BAB II
PEMBAHASAN
LOGAM
MATA UANG (Cu, Ag, DAN Au)
Nama “logam
pembuat uang (coinage metal)” yang diberikan untuk unsur-unsur Golongan IB
bukan keanehan karena logam-logam ini telah digunakan berabad-abad yang lalu
untuk membuat uang dan permata.
2.1.KECENDERUNGAN LOGAM
MATA UANG
Unsur golongan IB (yaitu tembaga, perak,
dan emas) disebut logam koin karena dipakai sejak lama sebagai uang dalam
bentuk lempengan (koin). Hal ini disebabkan oleh logam ini tidak reaktif,
sehingga tidak berubah dalam waktu lama.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kecenderungan Logam Fe
Besi adalah unsur dari golongan transisi. Besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi
merupakan logam transisi yang berada pada golongan VIII B dan periode 4. Besi
adalah logam paling melimpah nomor dua setelah alumunium. Besi adalah logam
yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam keadaan unsur bebas. Besi yang merupakan unsur logam transisi,
dimana sifat dari unsur-unsur transisi tidak memiliki perubahan yang signifikan
antara unsur yang satu dengan yang lain dalam satu periode. Sifat dari besi
tidak jauh berbeda dengan sifat-sifat unsur logam transisi lainnya.
LOGAM KOBALT DAN NIKEL (KIMIA ANORGANIK)
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kecenderungan Logam Kobalt dan
Nikel
Kobalt dan nikel termasuk ke dalam unsur
transisi periode 4, tepatnya termasuk unsur golongan VIIIB. Di dalam golongan
ini kesamaan horizontalnya lebih besar daripada vertikalnya dan gambaran
mengenai sifat unsur ini didasarkan pada golongan horizontal setiap tiga unsur,
yang disebut triad. Setiap triad diberi nama sesuai dengan nama unsur yang
paling dikenal. Sehingga kita mempunyai triad besi, triad paladium, dan triad
platinum. Oleh
karena itu, dapat diketahui kobalt dan nikel cenderung memiliki sifat yang
sama.