Unknown

GOLONGAN IV B (KIMIA ANORGANIK)

 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kecenderungan logam IVB
Golongan IVB adalah salah satu golongan transisi yang memiliki konfigurasi yang sub kulid d nya tidak terisi penuh atau terisi sebagian. Golongan IVB terdiri dari unsur Titanium, Zirkonium dan Hafnium. Beberapa sifat golongan ini dapat kita lihat dalam Sistem Periodik Unsur. Konfigurasi elektron terluar unsur ini adalah (n-1) d2 ns2.
Titanium mempunyai struktur elektron 3d24s2. Energi untuk mengeluarkan empat elektron begitu besar, sehingga ion Ti4+ tidak bisa ada dan senyawaan titanium(IV) adalah kovalen.
Bilangan oksidasi yang sering dijumpai adalah +2, +3 dan +4, namun untuk Zr dan Hf dijumpai bilangan oksidasi +1. Bilangan oksidasi +4 dikatakan lebih stabil dari lainnya karena bilangan oksidasi yang lebih rendah mengalami disproporsionasi. Seperti yang terjadi pada Titanium.
2 Ti+3 → Ti+2 + Ti+4
2Ti+2 → Ti0 + Ti+4
Logam-logam ini sangat keras, merupakan konduktor yang baik memunyai titik didih dan titik cair yang tinggi. Tidak reaktif pada suhu kamar tetapi jika dipanaskan dengan O2 pada suhu di atas 600 C akan membentuk MO2, sedang dengan halogen akan membentuk MX4. Dalam larutan asam atau basa, logam ini tidaklah larut karena justru membentuk oksidanya sebagai pelindung. Meskipun begitu, Zr larut dalam Aquaregia sedang Ti dapat larut dalam HF yang kemudian membentuk H2TiF6 dan H2.
Hf mempunyai jari-jari atom yang sama dengan Zr dan oleh karena itu keduanya memiliki sifat yang sama. Maka dari alasan inilah keduanya sukar dipisahkan.
B.     Senyawaan Oksida dan Halida
1.      Titanium
a.      Oksida Titanium
·    Titanium Oksida (TiO2)
Memiliki tiga bentuk kristal yaitu rutil, anatase dan brookite.[1] Digunakan sebagai pigmen putih dalam cat, zat ini lebih baik daripada timbel putih “white lead” Pb3(OH)2(CO3)2 karena toksisitasnya yang rendah dan tidak menjadi hitam apabila terkena H2S seperti yang terjadi pada zat warna yang menggunakan bahan dasar yang mengandung timah hitam. Titanium dioksida juga digunakan sebagai pemutih dalam pembuatan kertas,[2] dibuat melalui oksidasi TiCl4 dalam fase uap dengan oksigen. Endapan yang diperoleh melalui penambahan OH- kepada larutan TiIV dianggap sebagai TiO2 hidrat, bukan Hidroksida sejati. Materi ini bersifat amfoter dan tidak terlalu larut dalam asam atau basa. Terlarut lambat dalam H2SO4 pekat dan dapat membentuk kristal Sulafat. Dengan alkali cair membentuk titanan, misalnya K2TiO3.[3]

TiCl4(g) + 2H2O(g) TiO2(s) + 4HCl(g)

Bisa juga, Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g) → TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g) →TiN(s)
b.      Kompleks Titanium
·      Garam Okso
Garam Okso biasanya didapatkan dalam bentuk spesies TiOSO4.H2O dan (NH4)2TiO(C2O4).H2O
·   Kompleks Anion
Larutan yang diperoleh dengan melarutkan logam atau oksida hidrat dalam larutan akua mengandung ion kompleks fluoro, terutama TiF62- yang dapat diisolasi sebagai garam berkristal. Contohnya yaitu TiF62- dibuat dari logam/oksidanya dilarutkan dalam HF, TiCl4 dibuat dari logam/oksidanya dilarutkan dalam HCl, [TiCl6]2- dibuat dari logam/oksidanya yang dilarutkan dalam HCl dengan penjenuhan dengan gas Cl2.  
·   Adduct dari TiX4
Biasanya Kompleks Halidanya dapat membentuk adduct TiX4L  atau TiX4L2, berupa padatan Kristal yang sering larut dalam pelarut organic. Adductnya memiliki bentuk geometri octahedral. Contohnya : [TiCl4(OPCl3)]2,[ TiCl4(MeCOOEt)]2 dan TiCl4(OPCl3)2.
·   Kompleks Perokso
Salah satu reaksi yang paling khas bagi larutan akua Ti ([Ti(O2)OH+]) adalah tumbuhnya warna jingga yang jelas pada penambahan H2O2. [Ti(O2)OH+] digunakan dalam analisis kolometri. Dimana reaksinya :

TiO2 + H2O2 → Ti(O2)OH (warna jingga)

c.       Senyawaan Titanium(III)
Titanium Klorida TiCl3 mempunyai beberapa bentuk Kristal. Bentuk –α yang ungu dibuat melalui reduksi dengan H2 dari uap TiCl4 pada suhu 500˚ sampai 2000˚c. Reduksi bentuk –β yang coklat, yang diubah menjadi bentuk –α pada suhu 250˚ c sampai 300˚c. Bentuk  –α mempunyai kisi lapisan mengandung gugus TiCl6. β - TiCl3 berupa serabut dengan rantai oktahedral TiCl6 yang merupakan bersama sisi-sisinya. Struktur ini sangat penting bagi polimerasi stereospedifik dari propena dengan menggunakan katalis TiCl6 (proses Ziegler-Natta)
Dikloridanya dapat diperoleh pada suhu tinggi yaitu :

TiCl4 + Ti → 2TiCl2 atau 2TiCl3 → TiCl2 + TiCl4

d.      Halida Titanium
Salah satu halida titanium yaitu Titanium tetraklorida, cairan tidak berwarna (titik didih 136˚c) mempunyai bau busuk, berasap dengan kuat dalam udara basah dan terhidrolisis secara kuat tetapi tidak keras oleh air :

TiCl4 + 2H2O → TiO2 + 4HCl

Halida lainnya dari titanium yang dikenal adalah TiBr4 (tidak stabil), TiI4 berbentuk Kristal pada temperature kamar, dan TiF4 berupa bubuk putih yang higroskopis.

2.      Zirkonium
a.      Oksida Zirkonium
Okisda Zirkonium dibentuk dari combinasi langsung dari elemen-elemennya atau pemanasan ZrCl4 dengan H2O.
Zr (s) + O2 (g) → ZrO2 (s)
ZrO2 adalah senyawa inert yang digunakan sebagai bahan keramik dan amalgam gigi.[4]
b.      Halida Zirkonium
Halida Zirkonium dibentuk langsung dari kombinasi elemen-elemennya yaitu  Zr ditambah F,Cl,Br dan I.
Zr (s) + 2F2 (g) → ZrF4 (s)
Zr (s) + 2Cl2 (g) → ZrCl4 (s)
Zr (s) +2Br2 (g) → ZrBr4 (s)
Zr (s) + 2I2 (g) → ZrI4 (s)
3.      Hafnium
a.       Okisda Hafnium dibentuk dari combinasi langsung dari elemen-elemennya atau pemanasan HfCl4 dengan H2O.
Hf (s) + O2 (g) → ZrO2 (s)
Oksida Hafnium sama sifatnya dengan oksida Zirkonium yaitu bersifat inert.
b.      Halida Hafnium
Halida Zirkonium dibentuk langsung dari kombinasi elemen-elemennya yaitu  Zr ditambah F,Cl,Br dan I.
Hf (s) + 2F2 (g) → HfF4 (s)
Hf(s) + 2Cl2 (g) → HfCl4 (s)
Hf(s) +2Br2 (g) → HfBr4 (s)
Hf(s) + 2I2 (g) → HfI4 (s)

C.    Ekstraksi Titanium
Ada beberapa proses untuk memperoleh Logam Titanium
1.      Proses Kroll
Oksida logam TiO2 (dalam biji rutil) menjadi TiCl4 direaksikan dengan gas klor dan karbon pada nyala merah :

Reaksi dilakukan pada tabung baja[5]. Senyawa titanium tetraklorida, kemudian direduksi oleh magnesium pada suhu 800˚c pada atmosfer argon menjadi logam murni. Udara dikeluarkan agar logam yang dihasilkan tidak dikotori oleh unsur oksigen dan nitrogen. Sisa reaksi adalah antara Titanium dan magnesium diklorida yang kemudian dikeluarkan dari hasil reaksi menggunakan air dan asam klorida sehingga meninggalkan spons titanium. Spon ini akan mencair dibawah tekanan helium atau argon yang pada akhirnya membeku dan membentuk batangan titanium murni.
2.      Proses Van Arkel de Boer
Pada proses ini  adalah mengubah logam menjadi komponen-komponen lainnya seperti logam iodide. Salah satu logam yang bisa dip roses menggunakan van Arkel ini adalah Titanium. Ti dipanaskan dengan I2 pada suhu 250˚c. Ti berubah menjadi TiI4 , tetapi hasilnya tidak murni. c dipanaskan dengan panas berlebih yaitu pada suhu 1400˚c, sehingga TiI4  terurai menjadi Ti dan I2. Reaksinya sebagai berikut:
Ti + 2 I2  → TiI4
TiI4 → Ti + I2

D.    Kegunaan
a.      Titanium
·      Kira-kira 95% hasil Titanium digunakan dalam bentuk Titanium dioksida (TiO2),sejenis pigmen putih terang yang kekal dengan kuasa liputan yang baik untuk cat, kertas, obat gigi, dan plastik.
·      Alloy Titanium digunakan dalam pesawat, plat perisai, kapal angkatan laut, peluru berpandu. Dapat juga digunakan dalam perkakas dapur dan bingkai kaca (yang nilai ekonomisnya tinggi).
·      Titanium yang dialloykan bersama Vanadium digunakan dalam kulit luaran pesawat terbang, peralatan pendaratan, dan saluran hidrolik.
·       Karena daya tahannya yang baik terhadap air laut, Titanium digunakan sebagai pemanas-pendingin akuarium air asin dan pisau juru selam.
·      Di Rusia, Titanium menjadi bahan utama dalm pembuatan kapal angkatan perang termasuk kapal selam seperti kelas Alfa, Mike dan juga Typhoon karena kekuatannya terhadap air laut.
·      Bahan utama batu permata buatan manusia yang secara relatif agak lembut.
·      Titanium tetraklorida (TiCl4), cairan tidak berwarna yang digunakan untuk melapisi kaca.
·      Titanium dioksida (TiO2) digunakan dalam pelindung matahari karena ketahanannya terhadap ultra ungu.
·       Digunakan dalam implant penggantian sendi karena sifat lengainya secara fisiologi.
·      Titanium digunakan untuk peralatan operasi.
·      Karena kelengaiannya dan menghasilkan warna yang menarik menjadikan logam ini populer untuk menindik badan.
·      Digunakan dalam implant gigi karena kemampuannya yang luar biasa untuk berpadu dengan tulang hidup ( osseointegrate ).
·      Titanium bias dianodkan untuk menghasilkan beraneka warna.


b.      Zirkonium
Kegunaaan utama mineral zirkon (ZrSiO4) yaitu sebagai logam refraktori dan ceramic opacification. Zirkon juga digunakan sebagai penghias batu permata alami yang digunakan pada intan. Zirkonium oksida diproses untuk menghasilkan cubic zirkonia. Ini berwujud kristal bening berkilauan yang digunakan sebagai pengganti intan dengan harga yang lebih rendah. Kegunaan yang lain :
·   Zirkonium dapat menyerap panas yang lebih rendah sehingga industri tenaga nuklir   menggunakan zirkonium dalam mengisi reaktor nuklir sebagai pemantul.
·  Zirkonium digunakan secara meluas di industri kimia pada pipa yang terletak di lingkungan korosif terutama pada temperatur tinggi.
·   Zirkonium karbonat digunakan sebagai lotion anti racun namun banyak orang alergi terhadap produk ini.
·   Logam Zirkonium digunakan dalam teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak menyerap neutron.
c.       Hafnium
·         Sering digunakan sebagai pengontrol rods pada reaktor nuklir karena mempunyai high, neutron, capture, cross section dibandingkan dengan Zirkonium dengan resistan terhadap korosi yang bagus.
·         Sebagai gas filled dalam plasma cutting. Hal ini dikarenakan kemampuan nya melepas elektron ke udara.
·          Dalam bentuk senyawa dasar digunakan sebagai high-k-dielektric gate insulator dalam 45 nm generation of intregate sircuit.
·         Bersamaan dengan Iron, Niobium, Tantalum, Titanium, dan logam transisi lainnya digunakan sebagai Alloy.
·         Alloy Tantalum Hafnium Carbide (Ta4HfC5) merupakan senyawa refractory yang paling dikenal.
BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Unsur dalam golongan IV B termasuk dalam unsur transisi yaitu unsur blok d yang konfigurasi elektronnya diakhiri oleh sub kulit d. Unsur-unsur yang termasuk dalam golongan IV B yaitu Titanium (Ti), Zirkonium (Zr), Hafnium (Hf), dan Rutherfordium (Rf).
Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah sifat yang sama kuatnya dengan baja namun hanya dengan 60% berat baja.
Zirkonium banyak terdapat dalam alam mineral seperti zircon (Hyacianth) dan zirconia (baddeleyit). Baddeleyit sendiri merupakan oksida zirkonium yang tahan terhadap suhu luar biasa tinggi sehingga digunakan untuk pelapis tanur tinggi.
Titanium murni merupakan logam putih yang sangat bercahaya. Titaniummerupakan satu-satunya logam yang terbakar dalam nitrogen dan udara. Titanium jugamemiliki resistansi terhadap asam sulfur dan asam hidroklorida yang larut, kebanyakanasam organik lainnya, gas klor dan solusi klorida. Titanium murni diberitakan dapatmenjadi radioaktif setelah dibombardir dengan deuterons. Radiasi yang dihasilkanadalah positrons dan sinar gama.
Hafnium diperkirakan menyusun kurang lebih 0,00058 % dari lapisan bumi. Logam ini ditemukan dalam campuran senyawa Zirkonium yang mana tidak ditemukan dalam unsur bebas di alam. Mineral yang mengandung Zirkonium seperti Alvite [(Hf, Th, Zr) SO4 H2O], Thortveitite dan Zirkon (Zr SlO4) biasanya mengandung 1%-5% Hf. Antara logam Hafnium dan Zirkonium mempunyai sifat yang sama sehingga sulit dipisahkan.
Rutherfordium merupakan unsur sintetik yang merupakan isotop yang mengalami peluruhan melalui reaksi fisi yang berjalan spontan.
DAFTAR PUSTAKA
Catherine,dkk. 2008. Inorganic Chemistry Third Edition, England. Preantice Hall
Cotton, dkk. 2000.  Kimia Anorganik DasaR. Jakarta .U-I Press
E.Brady, James. Kimia Universitas Asas dan Struktur,jilid 2, Tangerang. Binapura Aksara
H.Petrucci, Ralph. 1897.  Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern, Edisi Keempat jilid 3. Bogor. Erlangga
Syukri. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung. ITB




0 Responses

Post a Comment